Berdasarkan performa luar biasa sepanjang fase gugur Piala Dunia 2026, gelandang andalan Manchester City, Rodri, terus menunjukkan konsistensi yang luar biasa bersama tim nasional Spanyol. Pemain berusia 30 tahun tersebut menjadi pusat perhatian dunia setelah memimpin lini tengah La Roja dengan sangat dominan. Menurut mantan pelatihnya di Villarreal, Marcelino, penampilan Rodri saat membungkam Prancis dengan skor 2-0 menjadi bukti sahih bahwa ia merupakan gelandang bertahan terbaik di dunia saat ini.
Related Stories
Menurut analisis dari mantan kapten tim nasional Jerman, Philipp Lahm, Rodri merupakan perwujudan dari jiwa permainan Spanyol modern. Lahm menilai bahwa Rodri berhasil menggabungkan dua peran yang pada generasi emas masa lalu harus dibagi ke beberapa pemain. Jika dahulu Xavi Hernandez mendikte permainan, Andres Iniesta membawa bola ke ruang kosong, dan Sergio Busquets menjaga kedalaman, kini Rodri mampu mengemban tugas bertahan sekaligus menginisiasi serangan secara bersamaan layaknya pemain hibrida.
Berdasarkan catatan redaksi, kecerdasan taktis Rodri di lapangan sering kali menutupi kekurangannya dalam hal kecepatan murni. Mantan pelatih Spanyol U-21, Paco Lopez, mengungkapkan bahwa bakat terbesar Rodri tidak hanya terlihat saat ia menguasai bola, melainkan juga ketika memposisikan diri saat bertahan. Dengan postur tinggi mencapai 1,90 meter, pemain nomor enam ini mampu membaca ruang dan mengantisipasi pergerakan lawan dengan sangat cerdas sebelum ancaman tersebut masuk ke area berbahaya.
Pengamatan tim redaksi terhadap data statistik Opta kian memperkuat pujian para legenda sepak bola. Penggawa Manchester City ini tercatat sebagai pemain yang paling banyak melepaskan umpan akurat di wilayah permainan lawan, disusul oleh gelandang Argentina, Leandro Paredes. Selain itu, Rodri juga menjadi yang terbaik dalam melepaskan umpan yang memotong lini pertahanan lawan, sekaligus menempati posisi empat besar dalam urusan memenangkan duel serta merebut kembali penguasaan bola.
Menurut penuturan pelatih kepala Spanyol, Luis de la Fuente, mengkritik performa Rodri merupakan sebuah penghinaan terhadap kecerdasan sepak bola. De la Fuente menegaskan bahwa sang gelandang adalah instrumen paling ideal untuk menerjemahkan filosofi permainan timnya yang mengandalkan operan cepat dan transisi instan. Senada dengan hal tersebut, mantan penggawa Brasil, Gilberto Silva, menambahkan bahwa kenyamanan Rodri di lapangan juga sangat terbantu oleh struktur taktik tim yang dinamis di sekelilingnya.
Read Also
Carlos Alcaraz Rayakan Kemenangan Spanyol di New York — Petenis Carlos Alcaraz tertangkap kamera merayakan kemenangan timnas Spanyol atas Argentina di New Y...